Suralaga — Suasana Masjid Besar Al-Muttaqin pada malam pengajian bulanan begitu khusyuk dan penuh hikmah. Jamaah dari berbagai kalangan tampak antusias menghadiri majelis ilmu yang rutin digelar setiap bulan tersebut. Kali ini, pengajian menghadirkan penceramah Tuan Guru Muda (TGM) H. Muhammad Zainuddin Ruslan, Lc., M.A., dengan kajian Tafsir Jalalain yang mengupas tema penting: “Mencari Kebenaran Sebuah Informasi Sebelum Menyebarkannya.”

Dalam tausiahnya, TGM. H. Muhammad Zainuddin Ruslan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia mengutip ayat Al-Qur’an yang menyeru kaum beriman untuk memverifikasi setiap kabar yang datang, agar tidak menimbulkan fitnah dan kerusakan di tengah masyarakat. “Banyak perselisihan dan kebencian muncul bukan karena perbedaan pandangan, tetapi karena informasi yang tidak terkonfirmasi,” ujar beliau di hadapan jamaah yang memenuhi ruangan utama masjid.

Pengajian yang diinisiasi oleh pengurus masjid, Ustadz Masri Mahmud, Q.H., dan Ustadz H. Zahir Murni, Q.H., ini menjadi wadah pembinaan umat dalam memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pengamal ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Majelis ini bukan sekadar tempat mendengar, tetapi tempat untuk menata diri agar hati dan lisan tetap bersih,” ungkap salah satu panitia pengajian.

Selain memperkaya wawasan keislaman, pengajian ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki perilaku sosial umat di era digital. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, pesan moral yang disampaikan TGM. H. Muhammad Zainuddin Ruslan terasa sangat relevan. Beliau menegaskan bahwa jari-jemari yang menulis dan membagikan berita di dunia maya memiliki tanggung jawab moral yang sama dengan lisan yang berbicara di dunia nyata.

Kegiatan pengajian bulanan di Masjid Besar Al-Muttaqin Suralaga ini terus mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain menjadi ajang memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga dalam bingkai keimanan dan kebersamaan. Dengan semangat dakwah dan keikhlasan para pengurus masjid, majelis ini diharapkan terus menjadi sumber pencerahan bagi umat, agar senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan, tulisan, dan tindakan.

Pengajian kali ini menegaskan kembali pesan penting Islam tentang tanggung jawab dalam menyampaikan kebenaran. Di tengah zaman yang serba cepat dan penuh informasi, umat dituntut untuk lebih selektif, bijak, dan berakhlak dalam bermedia. Sebagaimana disampaikan sang penceramah, “Menjaga lisan dan jempol adalah bagian dari menjaga kehormatan diri dan menjaga kedamaian umat.” Pesan yang sederhana, namun amat dalam maknanya bagi kehidupan bermasyarakat hari ini.