Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Wathan (MTs NW) 02 Kembang Kerang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang lahir dari semangat pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan dan umum di lingkungan Kembang Kerang dan sekitarnya. Berdirinya madrasah ini tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakat pada masa itu, yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan lanjutan tingkat menengah pertama, terutama bagi lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di daerah setempat.
Pada dekade 1990-an, jumlah alumni MI NW 01 Kembang Kerang mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua alumni tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar masih tergolong menengah ke bawah serta jarak lembaga pendidikan lanjutan yang relatif jauh dari kampung halaman. Transportasi yang terbatas pada masa itu juga menjadi kendala tersendiri bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka keluar daerah.
Melihat kondisi tersebut, timbul keprihatinan mendalam dari tokoh agama sekaligus tokoh pendidikan setempat, yaitu Al Mukarram Bapak Tuan Guru Haji Muhammad Ruslan Zain Annahdi. Beliau merupakan sosok ulama yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan pendidikan generasi muda. Dengan semangat dakwah dan pengabdian, beliau memandang bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat akhlak generasi penerus.
Atas dasar keprihatinan tersebut, beliau berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan tingkat menengah pertama berbasis madrasah agar para alumni MI dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar dari daerahnya. Dalam proses perencanaan pendirian madrasah tersebut, beliau kemudian memanggil beberapa tokoh masyarakat untuk bermusyawarah dan meminta dukungan. Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Haji Muhammad Saleh Yahya, yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di Kampung Waldan. Musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan bersama bahwa pendirian madrasah merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Kembang Kerang.
Dengan dukungan masyarakat serta semangat gotong royong, proses pendirian madrasah mulai dilakukan secara bertahap. Berbagai keterbatasan yang ada tidak menjadi penghalang, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras demi terwujudnya lembaga pendidikan tersebut. Akhirnya, pada tanggal 03 Agustus 1998, MTs NW 02 Kembang Kerang resmi didirikan oleh Al Mukarram Bapak Tuan Guru Haji Muhammad Ruslan Zain Annahdi. Tanggal tersebut kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya madrasah yang hingga kini terus berkembang.
Tuan Guru H. Muhammad Ruslan Zain Annahdi dikenal sebagai pendiri sekaligus pembina yang memberikan arah dan visi pendidikan madrasah sejak awal berdirinya. Beliau menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan pengabdian kepada agama serta masyarakat kepada seluruh tenaga pendidik yang terlibat. Prinsip pendidikan yang beliau tanamkan tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter Islami peserta didik.
Untuk memimpin jalannya kegiatan pendidikan di madrasah tersebut, beliau menunjuk salah satu murid beliau yang dikenal sangat taat, patuh, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap perjuangan pendidikan. Sosok tersebut adalah Al Ustadz Dr. H. Zulyadain, QH., S.Ag., M.Ag. Penunjukan beliau sebagai kepala madrasah pertama merupakan bentuk kepercayaan penuh dari pendiri kepada murid yang dianggap mampu meneruskan visi dan perjuangan pendidikan yang telah dirintis. Dr. H. Zulyadain, QH., S.Ag., M.Ag. kemudian menjalankan amanah sebagai kepala madrasah dengan penuh tanggung jawab. Di bawah kepemimpinan beliau, MTs NW 02 Kembang Kerang mulai mengalami perkembangan baik dari segi jumlah siswa, tenaga pendidik, maupun sarana prasarana. Walaupun pada masa awal berdiri fasilitas masih sangat sederhana, semangat belajar para siswa serta dedikasi para guru menjadi kekuatan utama dalam menjalankan proses pendidikan.
Seiring berjalannya waktu, madrasah ini semakin dikenal oleh masyarakat luas sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan pendidikan agama dan umum secara seimbang. Kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat, terbukti dengan bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun. Madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar. Perkembangan MTs NW 02 Kembang Kerang tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi Nahdlatul Wathan, tokoh masyarakat, maupun wali murid. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan menjadi ciri khas dalam perjalanan madrasah ini. Nilai gotong royong yang telah ditanamkan sejak awal pendirian terus dijaga hingga sekarang.
Dalam perjalanan sejarahnya, MTs NW 02 Kembang Kerang telah melahirkan banyak lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat SMA/MA maupun perguruan tinggi. Bahkan, tidak sedikit alumni yang kembali mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik maupun tokoh masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa keberadaan madrasah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah Kembang Kerang dan sekitarnya.
Hingga saat ini, MTs NW 02 Kembang Kerang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta perbaikan sarana prasarana. Semangat perjuangan pendiri tetap menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkhidmat dalam dunia pendidikan. Harapannya, madrasah ini dapat terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berprestasi, serta mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Sejarah berdirinya MTs NW 02 Kembang Kerang menjadi bukti bahwa kepedulian seorang tokoh terhadap pendidikan masyarakat dapat melahirkan perubahan besar. Dari sebuah keprihatinan terhadap keterbatasan akses pendidikan, lahirlah sebuah lembaga yang hingga kini terus memberikan manfaat bagi generasi penerus. Semoga nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian yang menjadi dasar pendiriannya tetap terjaga sepanjang masa.
