Pada dekade 1980-an, tepatnya sekitar tahun 1984, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang. Pada masa itu, pengajian akbar digelar dengan menghadirkan sosok ulama kharismatik, pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri Madrasah NWDI dan NBDI. Almagfurullah Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Majid. Kehadiran beliau menjadi momentum spiritual dan intelektual yang menginspirasi lahirnya berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan NW. Salah satu yang kemudian tumbuh dari benih pertemuan itu adalah Madrasah Tsanawiyah NW 1 Kembang Kerang.

Pada waktu itu, Pondok Pesantren Darul Kamal yang diasuh oleh murid beliau, Mamikna TGH. Muhammad Ruslan Zain, baru memiliki satu lembaga pendidikan formal yaitu Madrasah Ibtidaiyah NW Kembang Kerang, yang telah berdiri sejak tahun 1969. Dalam suasana pengajian tersebut, Maulana Syaikh menanyakan kepada murid kesayangannya, “Haji Ruslan, ke mana anak-anak madrasah ibtidaiyah akan melanjutkan sekolah setelah mereka tamat nanti?” Pertanyaan sederhana itu menjadi cambuk kesadaran bagi para pengasuh pondok dan masyarakat sekitar untuk memikirkan kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.

TGH. Muhammad Ruslan Zain menjawab dengan rendah hati bahwa sebagian besar lulusan MI melanjutkan ke daerah lain seperti Aikmel, Bagik Nyaka, atau Selong. Mendengar jawaban itu, Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Majid kemudian memberikan arahan yang akan mengubah sejarah pendidikan di Kembang Kerang: beliau memerintahkan agar didirikan sebuah Madrasah Tsanawiyah di bawah naungan Nahdlatul Wathan. Perintah itu diterima dengan penuh takzim oleh TGH. Muhammad Ruslan Zain, yang segera berikhtiar bersama masyarakat dan jamaah pondok untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

Dalam proses pendirian madrasah, TGH. Muhammad Ruslan Zain tidak berjalan sendiri. Beliau mendapatkan dukungan penuh dari ayahandanya tercinta, H. Muhammad Zainuddin, seorang tokoh masyarakat yang dikenal bijaksana dan dermawan. Dukungan itu tidak hanya berupa dorongan moral dan doa restu, tetapi juga berupa bantuan tenaga dan harta. H. Muhammad Zainuddin dengan penuh keikhlasan turut terlibat dalam setiap langkah pembangunan madrasah mulai dari pengumpulan bahan bangunan, pengerahan masyarakat, hingga memastikan kebutuhan dasar madrasah dapat terpenuhi. Semangat kebapakan beliau menjadi penopang kuat dalam mewujudkan niat suci sang anak untuk mencerdaskan generasi Islam di Kembang Kerang.

Pembangunan madrasah itu pun mendapat keberkahan tersendiri ketika seorang ulama besar dari Makkah, Syaikh Ismail Az-Zain Al-Yamani Al-Makky   yang juga guru dari TGH. Muhammad Ruslan Zain  hadir langsung untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung madrasah. Momen tersebut menjadi simbol spiritual dan sejarah penting bagi Pondok Pesantren Darul Kamal, karena berdirinya madrasah ini bukan hanya hasil kerja manusia semata, tetapi juga buah dari do’a, restu, dan keikhlasan para ulama besar yang diberkahi Allah SWT.

Sejak saat itu, Madrasah Tsanawiyah NW 1 Kembang Kerang tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang berperan penting dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Dengan landasan ajaran Islam dan semangat perjuangan Nahdlatul Wathan, madrasah ini terus bertransformasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keikhlasan dan perjuangan para pendiri. Kini, setelah lebih dari empat dekade berdiri, madrasah ini tetap eksis sebagai salah satu lembaga unggulan di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Kamal NW. Semangat keilmuan yang diwariskan oleh para pendiri masih terasa hidup dalam setiap denyut kegiatan belajar-mengajar menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang lahir dari keikhlasan, restu guru, dan dukungan keluarga akan selalu abadi dalam sejarah peradaban Islam di Kembang Kerang tercinta.