Pada dekade 1990-an, dakwah Islam di wilayah Kembang Kerang ditandai oleh peran aktif seorang ulama kharismatik, Tuan Guru Haji Muhammad Ruslan Zain An-nahdi. Beliau dikenal luas sebagai pendakwah yang gigih menjangkau pelosok desa, termasuk kawasan terpencil seperti Dusun Waldan dan Dusun Muntaha yang berjarak sekitar 4 kilometer dari kediamannya. Dengan kondisi infrastruktur yang masih terbatas, berupa jalan tanah dan berbatu, beliau menempuh perjalanan tersebut dengan berjalan kaki sebagai wujud dedikasi dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

Dalam salah satu perjalanan dakwahnya, beliau menyaksikan pemandangan yang menggugah nurani. Sekelompok anak usia sekolah terlihat bermain di lingkungan sekitar ladang dengan kondisi berpakaian yang memprihatinkan, sebagian bahkan hanya mengenakan celana. Keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, mendorong beliau untuk menanyakan kepada masyarakat setempat mengenai kondisi pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. Dari hasil dialog, diketahui bahwa keterbatasan ekonomi serta jarak sekolah yang jauh menjadi hambatan utama bagi akses pendidikan.

Berangkat dari realitas sosial tersebut, muncul gagasan visioner untuk mendirikan lembaga pendidikan yang lebih dekat dengan masyarakat. Setelah melalui proses koordinasi dan musyawarah bersama tokoh masyarakat setempat, beliau mengambil langkah konkret dengan membebaskan tanah di lokasi tersebut. Upaya ini menjadi tonggak awal berdirinya MI NW 2 Kembang Kerang. Pendirian madrasah ini dilandasi oleh semangat dakwah sekaligus kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya dalam pemerataan pendidikan dasar berbasis keislaman.

Namun demikian, proses pendirian madrasah tidak berlangsung tanpa tantangan. Pada masa itu, lembaga madrasah belum sepenuhnya diminati oleh masyarakat, bahkan tidak jarang menuai keraguan, cemohan, serta hinaan. Kondisi tersebut diperparah dengan kenyataan bahwa madrasah yang telah berdiri sebelumnya pun menghadapi kesulitan dalam menjaring peserta didik. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat beliau. Dengan keyakinan dan keteguhan hati, beliau tetap melanjutkan perjuangan membangun madrasah di tengah keterbatasan, termasuk di wilayah ladang kering yang minim sumber air.

 

Keberhasilan berdirinya madrasah ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, khususnya orang tua beliau, H. Muhammad Zainuddin-Kamal dan Hj. Fatmah. Berkat kegigihan, ketekunan, dan dukungan moral yang kuat, MI NW 2 Kembang Kerang akhirnya tumbuh dan berkembang. Hingga saat ini, madrasah tersebut tetap aktif menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan, bahkan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sejarah berdirinya madrasah ini menjadi cerminan nyata dari perjuangan, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap pendidikan umat.