Bidang Agama
Dalam bidang inilah YADAKA memprioritaskan misinya. Masyarakat yang menjadi garapan dakwah, dari awalnya memang rata-rata pemeluk agama Islam, namun dalam mempraktikkan syariat agamanya masih setengah-setengah. Bahkan banyak dari kalangan terpelajar karena merasa ilmunya dan ibadahnya sudah banyak maka pantas untuk berhenti beribadah, banyak yang menganggap ibadah sunnah seperti dzikir ribuan kali (penganut thariqat yang keliru) lebih penting daripada ibadah wajib seperti shalat fardlu lima waktu. Dengan berhati-hati YADAKA bergerak menuntun masyarakat yang masih dalam kondisi tersebut untuk beragama yang benar dengan menjalankan syariat agama yakni rukun islam yang tak bisa ditawar-tawar kewajibannya, serta sedikit demi sedikit mengikis pemahaman yang keliru. Budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam banyak dihilangkan, seperti adat tradisi Nyondolan yang sudah mengakar kuat pada masyarakat sasak resmi diharamkan di Desa Kembang Kerang sejak tahun 2009 karena menimbang lebih banyak mafsadatnya. Melalui majelis ta’lim rutin, yaitu pengajian Malam Jum’at, pengajian Pagi Senin, pengajian Muslimat Sore Selasa dan dalam kesempatan lain, Alhamdulillahi katsira’, YDKA telah membentuk masyarakat yang religius taat beragama, menjunjung tinggi nilai islami dalam mejalani kehidupan.
Bidang Pendidikan
Keterbelakangan taraf hidup masyarakat hingga era 90-an paling besar disebabkan karena keterbelakangan dalam sektor pendidikan. Itu karena kondisi ekonomi rendah dan jarak tempuh jauh ke sekolah seolah menjadi pagar besi bagi anak untuk meneguk ilmu, maka hanya golongan kaya dan memiliki semangat tinggi saja yang bisa mengecap pendidikan. Dengan madrasah yang berdiri di kampung sendiri, serta biaya ekonomis sesuai kemampuan masyarakat, YADAKA menjadi solusi yang menjawab isu kesulitan pendidikan dan membebaskan generasi muda dari belenggu kebodohan yang telah lama memborgol. Di Pondok Pesantren, para santri ditempa menjadi peribadi yang memegang teguh prinsip agama, adaftif dengan perkembangan zaman namun memfilter apa yang tidak bernafaskan ajaran Rasulullah ﷺ, menjaga moral (akhlakul karimah), bukannya tergerus derasnya arus perkembangan zaman yang dicemari oleh budaya barat Yahudi dan Nashrani. Hingga kelak setelah besar, mereka mampu meneruskan estafet dakwah, menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Sejauh ini beberapa lembaga pendidikan formal yang bernaung dibawah payung Darul Kamal,
- Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Darul Kamal NW berdiri tahun, 2007
- Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) al-Mustaqiem NW Kedatuk tahun 2009
- Taman Kanak-Kanak (TK) Darul Kamal NW berdiri tahun 1999
- Raudatul Athfal al-Mustaqiem Kedatuk berdiri tahun 2009
- Madrasah Ibtidaiyah NW 01 Kembang Kerang didirikan 1969 (Status Terakreditasi A: 2023)
- Madrasah Ibtidaiyah NW 02 Kembang Kerang didirikan 1992 (Status terakreditasi A: 2023)
- Madrasah Tsanawiyah NW 01 Kembang Kerang didirikan 1984 (Status Terakreditasi A: 2023)
- Madrasah Tsanawiyah NW 02 Kembang Kerang didirikan 1998 (Status Terakreditasi B : 2022)
- Madrasah Aliyah NW Kembang Kerang didirikan tahun 1987 (Status Terakreditasi A: 2023)
- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Darul Kamal NW Kembang Kerang didirikan tahun 2007 (Status Terakreditasi B: 2020)
- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW tahun 2007 (Status Terakreditasi Baik: 2020)
Bidang Sosial Ekonomi
Disamping mendidik keberagamaan dan intelektual, YADAKA juga mempunyai tujuan utama memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat yang tinggi angka kemiskinannya. Tentunya yang terutama mengajak masyarakat mencari rezeki melalui jalur yang halal, praktek haram seperti riba, penipuan, penimbunan harus dihilangkan, persaingan dalam berusaha harus dilakukan secara sehat tidak boleh saling sikut menyikut seperti halnya kapitalis. YADAKA membuat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang bisa meminjamkan modal usaha, menyediakan benih dan pupuk murah untuk pertanian. Secara tidak langsung Pondok Pesantren juga memberi pengaruh yang sangat besar membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk
Bidang Kesehatan
Adanya Poskestren yang melayani masalah kesehatan masyarakat. Masyarakat dididik menerapkan gaya hidup sehat ala Nabi ﷺ seperti dengan menjaga kebersihan, karena penyebab penyakit yang banyak menjangkit seringkali disebabkan karena lingkungan dan gaya hidup yang tidak bersih.
