Suasana religius kembali menyelimuti Dusun Dasan Baru Timur, Desa Kalijaga Selatan, pada kegiatan pengajian rutin bulanan yang dilaksanakan di Masjid Dasan Baru Timur. Pengajian yang dikaji kali ini adalah Kitab Anwarul Masalik, dengan tema pembahasan seputar waktu-waktu sholat. Kajian tersebut dipandu langsung oleh koordinator pengajian, Ustadz H. Afandi, yang dengan penuh semangat memandu jamaah memahami keutamaan dan hikmah di balik pengaturan waktu sholat lima waktu dalam Islam.

Masyarakat tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan — baik bapak-bapak, ibu-ibu, maupun para pemuda — sudah memenuhi area masjid. Dengan suasana yang penuh kekhusyukan, para peserta mendengarkan penjelasan mendalam tentang pentingnya menjaga waktu sholat sebagai bentuk ketaatan dan kedisiplinan spiritual. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung hingga waktu Zuhur, yang kemudian akan ditutup dengan pelaksanaan sholat Zuhur berjamaah bersama seluruh peserta pengajian.

Pengajian Anwarul Masalik ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Dasan Baru Timur. Tradisi kajian ini telah berlangsung sejak dahulu kala, dimulai oleh ayahanda Tuan Guru Muda, yakni mamikna TGH. Muhammad Ruslan Zain. Beliau dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang menanamkan nilai-nilai ilmu dan amal di tengah masyarakat. Kini, estafet dakwah tersebut diteruskan oleh putra beliau, Tuan Guru Muda (TGM) H. Muhammad Zainuddin Ruslan, Lc., M.A., yang dengan penuh keikhlasan melanjutkan perjuangan sang ayah dalam menyebarkan ilmu dan membimbing umat.

Melalui pembahasan kitab Anwarul Masalik, masyarakat diingatkan kembali akan makna kedisiplinan dalam beribadah, terutama dalam menjaga waktu sholat. Kajian ini tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat ukhuwah antarwarga. Setiap kali kegiatan ini digelar, masjid menjadi pusat kebersamaan yang menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat modern yang serba cepat.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta ilmu, pengajian rutin bulanan di Masjid Dasan Baru Timur terus menjadi oase rohani bagi masyarakat Kalijaga Selatan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi, menjadi sarana untuk memperkokoh keimanan, memperdalam ilmu agama, dan menjaga warisan dakwah para tuan guru yang telah lebih dulu menapakkan jejak perjuangan di bumi Kalijaga Selatan.