Secara geografis Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang, memiliki letak yang sangat strategis, posisinya yang berada di dekat pemukiman penduduk dan jalur utama lalu lintas,  sehingga mudah dijangkau oleh siswa/siswi yang berasal dari Kembang Kerang Daya  atau pun dari Kembang Kerang selatan dan daerah lain di sekitarnya. Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang terletak di sebelah timur jalan raya yang dilalui oleh kendaraan penumpang umum  selama 24 jam dengan route, Aikmel, Sembalun, Karang Baru, Selong ataupun ibukota Propinsi-Mataram. Kembang Kerang memiliki iklim yang sejuk karena keberadaannya yang cukup dekat dengan gunung Rinjani, ketinggian wilayah mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut

Sejak Pondok Pesantren Darul Kamal  berdiri, ia berada di Desa Kembang Kerang, namun sejak terjadinya pemekaran Pemerintahan Desa pada tahun 2010 dan didefinitifkan pada tahun 2011 menjadi Desa Kembang Kerang Daya. Desa Kembang Kerang Daya  memiliki jumlah penduduk sekitar 7.167 dengan luas wilayah 8,97 km.[1]  Penduduk Desa Kembang Kerang secara teologis 100% beragama Islam, secara organisatoris mayoraitas Nahdlatul Wathan (NW) dan ada sebagian kecil yang menganut paham Wahabi, namun mereka biasa menyebut dirinya dengan jama’ah “as-Sunnah’ yang secara teologis ajaran keagamaannya mengikuti paham Abdul Wahab. Masyarakat   Kembang Kerang memiliki mata pencaharian mayoritas sebagai petani, di samping itu ada juga sebagai  pedagang dan peternak. Jarak Kembang Kerang Daya dengan Kecamatan Aikmel sekitar 3 km, sementara jarak ke  kota Kabupaten di Selong sekitar 8 km, sedangkan ke Ibu kota Propinsi di Mataram berjarak 45 km. Kembang Kerang   termasuk  bagian dari Kecamatan Aikmel yang memiliki jumlah penduduk laki-laki sekitar 42.493 Jiwa dan  perempuan berjumlah 48.017 jiwa sehingga total jumlah penduduknya 92.818 jiwa, dengan luas wilayah sekitar 12.292 ha, dengan mata pencaharian sebagai Petani, pedagang dan peternak. Kecamatan Aikmel memiliki tingkat kesuburan tanah yang cukup tinggi  dengan kondisi air yang melimpah di sepanjang tahun sehingga dapat bercocok tanam atau menanam padi sebanyak 3 kali setiap tahunnya. Mayoritas penduduk di Kecamataan Aikmel berprofesi sebagai petani. Aikmel merupakan salah satu kota Kecamatan di ujung Timur kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur terletak di sebelah timur  pulau Lombok  Propinsi NTB, secara geografis Lombok timur berada pada posisi 1160-1170 Bujur Timur  dan 80-90 Lintang Selatan. Luas wilayah Lombok Timur 2.679,99 km2 dengan jumlah penduduk 1.105.671 jiwa, yang terdiri dari 20 kecamatan dan 195 desa dan kelurahan. Lombok Tumur mayoritas beragama Islam, dengan kompoisi 99,94% beragama Islam, pemeluk Kristen 137 orang dan Hindu, 539 Orang. Adapun mata pencaharian utama mayoitas sebagai petani

Keseluruhan lokasi yang dimiliki oleh Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang berjumlah 6,5 ha. Yang tesebar di tiga tempat, yaitu  Pertama, depan Masjid Nurul Wathan Kembang Kerang terdapat gedung bangunan MI NW 01 Kembang Kerang TK, dan PAUD yang dilengkapi dengan perpustakaan dan mushalla. Kedua, sekitar 500 m dari MI NW 01 ke selatan, terdapat Gedung madrasah Aliyah di depan dan dibagian selatan dengan tiga lantai, sedangkan di Utara yang terdiri dari dua lantai merupakan ruang belajar MTs 01 Kembang Kerang dan di bawahnya mushalla dengan ukuran 9 X 25 M.  Sementara ruang belajar SMK terletak di bagian pojok paling timur berjumlah tiga lantai. Dan dilanti dua terdapat  laboraturium komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet. Bangunan tersebut  tersambung dengan ruang belajar madrasah Aliyah dan Ruang Guru MTs 01. Di bagain selatan Gedung madrasah Aliyah terdapat Asrama Panti Asuhan sebanyak 2 lantai yang terdiri dari 10 kamar tidur, 1 buah mushalla sekaligus tempat mengaji dan 1 buah ruang pengurus. Ketiga, di Dasan Waldan, yang terletak di sebelah utara Desa Kembang Kerang Daya, terdapat bangunan MI NW 02 dan MTs 02 NW Kembang Kerang Daya

Keseluruhan areal tanah yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang  sebagian dibeli  dan ada pula yang diwakafkan oleh H. Zainuddin. Adapun dana yang digunakan  untuk pembebasan tanah tersebut didapatkan dari sumbangan masyarakat atau pemerintah dan ditambah dengan uang pribadi pimpinan Pondok Pesantren Darul Kamal yaitu TGH.M Ruslan Zain. Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang memiliki kecendrungan yang sama dengan kebanyakan Pondok Pesantren lainnya dalam hal menjaga keberlangsungan eksistensinya. Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang  memiliki keterkaitan yang erat dengan lingkungan sekitarnya, untuk mempertahankan eksistensinya, melakukan akomodasi terhadap setiap perubahan sosial tanpa harus melepas identitasnya sebagai lembaga pendidikan Pondok Pesantren, merupakan sebuah keniscayaan. Untuk menunjang pendanaan dalam mengembangkan pembangunan, di samping sumbangan atau hibah dari pemerintah, Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang  memiliki tanah persawahan dan perkebunan yang ditanami dan hasilnya digunakan untuk mendukung  pembangunan Pondok Pesantren. Di samping itu juga menerima sumbangan dari berbagai pihak selama tidak mengikat, baik dalam bentuk  wakaf, zakat hasil panen ataupun sumbangan lainnya.  

Seiring dengan kemajuan ekonomi masyarakat Kembang Kerang, secara kelembagaan Pondok Pesantren Darul Kamal NW kembang Kerang telah memiliki fasilitas  yang modern, seperti gedung megah, fasilitas kegiatan belajar mengajar yang representatif, dan alat-alat  kebersihan memadai. Dengan demikian, Pondok Pesantren tidak lagi  bisa diasosiasikan sebagai lembaga Pendidikan  dengan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar seadanya