Kembang Kerang, 22 Oktober 2025 — STAI Darul Kamal NW melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sukses menggelar acara Bincang Buku bertajuk “Islam dan Problematika Pemuda”, bertempat di Auditorium STAI Darul Kamal Kembang Kerang.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama: Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I (Guru Besar Ilmu Teknologi Pendidikan UIN Mataram), Dr. Muhammad Rizki, M.A. (Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Mataram), dan Muhammad Zainuddin, Lc., M.A. selaku penerjemah buku yang menjadi pokok pembahasan. Acara dipandu oleh Nita Sunarya Herawati, M.Pd. sebagai moderator.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua STAI Darul Kamal, Muhammad Said, M.Ag., yang menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ilmiah semacam ini. Ia menekankan pentingnya menghidupkan tradisi ilmiah di kalangan sivitas akademika, terlebih jika temanya berkaitan dengan pemikiran dan gagasan tokoh-tokoh intelektual kontemporer.

Dalam sambutannya, beliau menyebut bahwa karya-karya seperti milik Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi perlu terus dikaji karena mengandung sintesis yang menarik antara pembacaan turats (warisan keilmuan klasik) dan konteks zaman modern.
Sebagai penikmat pemikiran Integrasi Ilmu yang diusung oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas, Ketua STAI Darul Kamal yang juga kandidat doktor filsafat Islam itu mengaku tertarik mendalami lebih jauh tawaran-tawaran pemikiran Al-Buthi, terutama dengan latar geopolitik Suriah yang terkenal dinamis dan penuh tantangan.

Moderator kemudian mempersilakan penerjemah buku, Muhammad Zainuddin, Lc., M.A., untuk membuka sesi pembahasan. Dalam paparannya, beliau memperkenalkan sosok Dr. Al-Buthi — ulama besar yang telah melahirkan lebih dari 60 karya tulis dalam berbagai bidang — serta menjelaskan konteks lahirnya buku “Islam dan Problematika Pemuda” sebagai terjemahan dari karya aslinya Al-Islam wa Musykilat al-Syabab.

Pembincang pertama, Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I, mempresentasikan highlight isi buku melalui tayangan slide yang disertai refleksi pribadi. Ia menyinggung teori-teori kebenaran dan klasifikasi manusia, serta menegaskan bahwa masa depan agama dan bangsa dapat dilihat dari kualitas generasi mudanya.

“Ada manusia masa lalu, manusia masa kini, dan manusia masa depan. Masa depan agama dan negara tergambar dari anak muda hari ini. Saat kita melihat anak-anak muda yang ahli hadis atau ahli tafsir, kita merasa tenang akan estafet dakwah. Namun ketika melihat sebagian lainnya larut dalam hedonisme dan dunia maya, kita perlu berbenah bersama,” ujar beliau.

Sementara itu, Dr. Muhammad Rizki, M.A., sebagai pembincang kedua, menutup sesi diskusi dengan membumikan teori sosial dalam konteks kekinian. Ia menggarisbawahi bahwa problematika pemuda, sebagaimana diulas Al-Buthi, berakar dari problem masyarakat secara umum.

“Ketika masyarakat menilai kualitas seseorang hanya dari harta, muncullah perilaku instan seperti judi online. Begitu pula para pemudi yang terdorong gaya hidup konsumtif, karena lingkungan menuntut penampilan sebagai syarat diterima di dunia kerja,” tuturnya.

Suasana auditorium terasa hidup dengan antusiasme para peserta yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan (silatul afkar), tetapi juga mempererat ukhuwah ilmiyyah di antara para dosen dan mahasiswa STAI Darul Kamal.

Dengan penyelenggaraan yang rapi dan atmosfer yang ilmiah, Bincang Buku Islam dan Problematika Pemuda diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya akademik yang produktif, reflektif, dan relevan dengan tantangan zaman.